Mengingat banyak kata sandi memang merepotkan. Itu sebabnya banyak orang akhirnya menggunakan kata sandi yang sama untuk email, media sosial, aplikasi belanja, hingga akun keuangan.
Cara ini memang praktis. Tapi di balik kepraktisan itu, ada risiko keamanan yang sering luput dari perhatian.
Jika salah satu layanan yang Anda gunakan mengalami kebocoran data dan kata sandi Anda ikut terekspos, penjahat siber bisa mencoba kombinasi email dan kata sandi yang sama di akun-akun Anda yang lain. Artinya, satu kata sandi yang bocor berpotensi menjadi kunci pembuka untuk banyak akun sekaligus.
Mengapa Menggunakan Kata Sandi yang Sama Itu Berisiko?
Bayangkan Anda menggunakan kata sandi yang sama untuk:
Email
Situs belanja online
Media sosial
Platform keuangan
Suatu hari, situs belanja online tersebut mengalami kebocoran data. Email dan kata sandi Anda pun ikut terekspos.
Penyerang kini memegang sesuatu yang berharga: kombinasi email dan kata sandi Anda. Alih-alih hanya mencoba masuk ke akun belanja, mereka akan mencoba kombinasi yang sama di berbagai layanan populer lainnya. Jika Anda menggunakan kata sandi yang sama di banyak tempat, upaya ini bisa berhasil.
Serangan seperti ini dikenal dengan istilah credential stuffing.
Apa Itu Credential Stuffing?
Credential stuffing adalah teknik serangan di mana penjahat siber menggunakan kombinasi username dan kata sandi hasil kebocoran data dari satu layanan, lalu mencobanya di berbagai situs atau aplikasi lain.
Penyerang tahu betul bahwa penggunaan ulang kata sandi adalah kebiasaan yang umum. Contohnya:
Situs A mengalami kebocoran data.
Kredensial Anda ikut terekspos: email: nama@contoh.com, kata sandi: KataSandiSaya123.
Penyerang mencoba kombinasi yang sama di akun email, media sosial, akun belanja, hingga akun keuangan Anda.
Penyerang bahkan tidak perlu menebak kata sandi Anda lagi. Tanpa disadari, Anda mungkin sudah memberi mereka kunci yang sama untuk membuka setiap pintu.
"Tapi Kata Sandi Saya Sudah Kuat, Kok?"
Kata sandi yang kuat itu penting, tapi kekuatan saja tidak cukup jika kata sandi tersebut digunakan berulang kali.
Misalnya Anda membuat kata sandi yang panjang dan rumit seperti Kopi!Gunung92-Hujan. Kata sandi ini mungkin sulit ditebak. Namun jika kata sandi tersebut bocor lewat satu insiden saja dan Anda memakainya di lima akun berbeda, penyerang tidak perlu menebaknya lagi — mereka sudah mengetahuinya.
Kata sandi yang baik seharusnya bukan hanya kuat, tapi juga unik.
Kuat + Unik = Perlindungan yang Lebih Baik
Akun Email Anda Adalah Kunci Utama
Akun email layak mendapat perlindungan ekstra karena banyak akun online lain bergantung padanya.
Coba pikirkan apa yang terjadi saat Anda mengklik "Lupa Kata Sandi?" Sebagian besar layanan akan mengirimkan tautan reset kata sandi ke email Anda. Artinya, jika seseorang berhasil masuk ke akun email Anda, mereka berpotensi mereset kata sandi di layanan-layanan penting lainnya — termasuk akun keuangan Anda.
Inilah mengapa kata sandi email sebaiknya selalu unik dan tidak pernah digunakan ulang untuk akun lain.
Apa yang Bisa Terjadi Jika Akun Anda Diretas?
Tergantung jenis akunnya, akses tidak sah dapat membuat seseorang:
Melihat informasi pribadi Anda
Mengubah kata sandi Anda
Mengubah informasi pemulihan akun
Menyamar sebagai Anda
Mengirim pesan atas nama Anda
Mengakses data yang tersimpan di akun tersebut
Mencoba melakukan aktivitas finansial tanpa izin
Menjadikan akun Anda sebagai alat untuk menyasar orang lain
Satu akun yang bobol terkadang bisa menjalar dan membuat akun-akun lain ikut menjadi sasaran. Karena itu, menjaga kata sandi juga berarti menjaga identitas digital Anda secara keseluruhan.
Cara Melindungi Akun Anda
1. Gunakan kata sandi berbeda untuk setiap akun penting
Email, layanan keuangan, media sosial, dan akun penting lainnya sebaiknya masing-masing memiliki kata sandi sendiri. Jika satu kata sandi bocor, dampaknya bisa dibatasi hanya pada akun tersebut.
Anggap kata sandi seperti kunci rumah — Anda tentu tidak ingin satu kunci yang sama bisa membuka rumah, kantor, mobil, dan brankas sekaligus. Akun online Anda seharusnya diperlakukan dengan cara yang sama.
2. Gunakan kata sandi atau frasa sandi yang panjang
Kata sandi yang baik tidak harus sulit diingat. Coba gunakan frasa sandi panjang yang terdiri dari beberapa kata yang tidak saling berhubungan.
Hindari kata sandi yang berdasarkan informasi yang mudah ditemukan orang lain, seperti nama, tanggal lahir, nomor telepon, nama perusahaan, nama pasangan atau anak, pola sederhana seperti "123456", atau kata sandi umum seperti "password".
3. Pertimbangkan menggunakan password manager
Membuat kata sandi unik untuk setiap akun menimbulkan masalah baru: bagaimana cara mengingat semuanya? Password manager bisa membantu. Alat ini dapat membuat sekaligus menyimpan kata sandi unik untuk setiap akun secara aman, sehingga Anda tidak perlu menghafal satu per satu. Anda hanya perlu menjaga akses ke password manager itu sendiri dengan baik.
4. Aktifkan autentikasi dua faktor (MFA/2FA)
MFA atau 2FA menambahkan lapisan keamanan di luar kata sandi. Alih-alih hanya mengandalkan kata sandi, layanan akan meminta verifikasi tambahan. Cara ini membuat akun Anda jauh lebih sulit diakses pihak lain, bahkan jika kata sandi Anda sudah bocor. Aktifkan MFA/2FA di setiap akun penting yang menyediakan fitur ini.
5. Jangan pernah membagikan kata sandi atau OTP
Kata sandi dan kode OTP adalah kredensial keamanan Anda. Jangan pernah membagikannya lewat telepon, WhatsApp atau aplikasi pesan lain, email, media sosial, maupun formulir online dari sumber yang tidak dikenal.
Tetap waspada meski pihak yang menghubungi Anda mengaku dari organisasi terpercaya. Verifikasi permintaan yang mencurigakan melalui kanal resmi sebelum mengambil tindakan apa pun.
Bagaimana Jika Anda Sudah Terlanjur Menggunakan Ulang Kata Sandi?
Anda tidak perlu mengganti semua kata sandi sekaligus. Mulai dari akun yang paling penting terlebih dahulu, dengan urutan prioritas:
Akun email utama
Akun keuangan
Akun kerja atau bisnis
Media sosial
Akun belanja online dan layanan lainnya
Buat kata sandi yang berbeda untuk setiap akun, dan aktifkan MFA/2FA di mana pun tersedia. Jika Anda mengetahui salah satu layanan yang Anda gunakan mengalami kebocoran data, segera ganti kata sandi akun tersebut — dan yang terpenting, ganti juga di akun lain yang masih menggunakan kata sandi yang sama.
Satu Akun, Satu Kata Sandi
Menggunakan ulang kata sandi mungkin terasa menghemat waktu saat login. Namun kebiasaan ini bisa mengubah satu akun yang bobol menjadi masalah keamanan yang jauh lebih besar.
Satu kebiasaan sederhana bisa mengurangi risiko itu secara signifikan: satu akun, satu kata sandi unik. Kombinasikan dengan MFA/2FA serta kehati-hatian dalam menjaga kredensial Anda untuk membangun perlindungan yang lebih kuat bagi identitas digital Anda.
Satu kata sandi tidak boleh menjadi kunci untuk seluruh kehidupan digital Anda.
Modalku adalah platform pendanaan digital bagi UKM. PT Mitrausaha Indonesia Grup telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan pengguna, Modalku mendorong nasabah untuk selalu menerapkan kebiasaan digital yang aman saat mengakses layanan keuangan online, termasuk platform Modalku.
